TUGAS IAD, IBD, ISD
RESENSI BUKU
Judul : Tradisi Orang-Orang NU
Pengarang : H. Munawir Abdul Fattah
Penerbit : Pustaka Pesantren, Yogyakarta
Tahun : 2006
Tebal : xxxii+366 ISBN: 979-8452-21-6
Harga : Rp. 27.000
Buku Ustadz Munawir Abdul Fattah ini adalah merupakan buku pegangan keseharian warga NU, yang berisikan penjelasan argumen naqli yang bersifat ‘amaliyah (ritual) keagamaan kaum Nahdhiyin yang merupakan suatu tradisi keagamaan yang telah menghangatkan kehidupan keagamaan Islam di Nusantara selama berabad-abad. Sebagaimana kita ketahui NU (Nahdhatul Ulama’) adalah termasuk sebuah organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia, buku ini dan buku ini membahas tradisi orang-orang NU dari kalangan NU sendiri, yang pada mulanya NU adalah hanya sebuah identitas kultural keagamaan yang dianut mayoritas umat Islam Nusantara. Jabatan, profesi, apapun yang dimiliki seseorang jika jika ketika shalat Subuh membaca doa Qunut, ketika keluarganya meninggal dunia melakukan tadarus dan Tahlil, dan ketika bulan Maulud mereka gemar mendendangkan syair pujian dan shalawat untuk Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak membid’ahkannya berarti tidak diragukan lagi mereka adalah orang-orang NU, maka melalui buku ini para pembaca akan dapat membedakan dengan jelas yang mana orang NU dan yang mana yang bukan NU dengan melihat tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh para Nahdhiyin. Dan terdapat pula defini resmi bahwa NU adalah organisasi yang dalam hal berfiqih menganut salah satu madzhab empat, dalam berakidah menganut Asy’ari Maturidi, dan dalam bertasawuf menganut Al-Ghazali Junaidi Al-Baghdadi, tetapi sesungguhnya definisi yang abstrak ini hanyalah kerangka teoritik untuk menjelaskan tradisi keagamaan seperti apa yang dipahami oleh warga NU kebanyakan. Dan identitas keagamaan yang dipaparkan oleh buku ini bagi kaum Nahdhiyin sendiri adalah merupakan ibarat garis pembatasan untuk membedakan antara orang NU dan yang bukan, walaupun pada dasarnya yang membedakan antara Islam dan agama-agama lain adalah bacaan Syahadat, namun siapa saja yang berada dalam garis ini apapun faham dan madzhabnya adalah muslim, sekalipun didalam setiap wilayah agama selalu saja terdapat aliran-aliran atau madzhab namun visi misinya serta akidah sosialnya tetap sama. Melalui buku ini pembaca dapat mengetahui bahwa landasan NU adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah yaitu golongan orang-orang yang ibadah dan tingkah lakunya selalu berdasarkan pada Al-Qur’an dan hadits, sementara pengambilan hukum Islamnya mengikuti mayoritas ahli fiqh (sebagian besar ulama ahli hukum Islam). Buku ini meneguhkan kembali tradisi orang-orang NU yang belakangan diusik sejumlah kelompok puritan yang menolak keras segala yang berbau tradisi dan budaya lokal, dengan argumen ‘aqliyah serta naqliyah, buku ini menampilkan satu ciri masyarakat NU sebagai salah satu wajah Islam Nusantara yang ramah dan toleran, serta perbadaan yang ada merupakan cermin dari keluasan makna yang terkandung dalam ajaran kitab-kitab suci dan mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah umat masing-masing. Mengenai bahasa penulis disini menggunakan bahasa yang ringan dan santai sehingga memudahkan bagi para pembaca untuk memahaminya khususnya bagi warga NU, karena sesuai dengan karakter mereka. Namun mengenai struktur dari buku (daftar isi) judul bab disini terlalu khusus sehingga kurang menarik minat para pembaca, sehingga mungkin para pembaca dapat menebak isi buku tersebut sebelum membacanya. Dan tujuan yang terbaca dalam buku ini adalah menambah pengetahuan diri pribadi dan kaum muda dikalangan NU yang sangat kurang dengan bacaan-bacaan seperti ini sehingga mereka menjauhi diri dari kitab-kitab kuning dan lebih memilih buku bernuansa Barat yang dianggap paling tepat dalam memberikan ilmu pengetahuan. Maka saya menyimpulkan buku ini sangatlah penting dan merupakan pegangan bagi para Nahdhiyin dalam mengamalkannya ajaran-ajarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar